Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menanam Secara Hidroponik di Jerigen Bekas

hidroponik di jerigen bekas

Menanam secara hidroponik di jerigen bekas bisa dibilang merupakan sebuah alternatif yang terbilang cukup efisien di dalam menghemat biaya berhidroponik. Selain itu bagi Anda yang ingin menerapkan cara ini membuatnya pun cukup mudah.

Hanya saja ada yang perlu diperhatikan ketika akan menanam secara hidroponik di jerigen bekas, setidaknya ada beberapa hal yang mungkin dapat penulis ulas pada blog ini, tentu saja ulasan kali ini berdasarkan percobaan penulis ketika menanam kangkung secara hidroponik di jerigen bekas.

Semoga beberapa informasi ini, dapat menjadi sumber informasi bagi teman-teman yang sedang akan mencoba menanam dengan cara hidroponik memanfaatkan jerigen bekas yang tidak terpakai, terutama menanam sayuran daun, seperti: kangkung, sawi, seledri, dan sejenisnya

Mari kita memulainya dari awal, pembuatan sistem yang dibutuhkan, proses menanam, dan masalah yang dihadapi serta solusi yang mungkin dapat meminimalisasi beberapa masalah yang penulis hadapi sekiranya dapat dipertimbangkan teman-teman pembaca (peminat hidroponik). Ketika akan mencoba berhidroponik dengan cara yang sama

Pembuatan Sistem Hidroponik di Jerigen Bekas

Menanam secara hidroponik di jerigen bekas menggunakan sistem sederhana yang disebut dengan sistem WICK atau sistem sumbu dengan menyediakan air (larutan nutrisi hidroponik) berada di dalam jerigen yang dihubungkan ke media tanam dapat merambat melalui sumbu hingga menyentuh netpot atau tepatnya media tanam baik dalam bentuk (rockwool, sekam bakar, tanah, cocopeat, coco fiber dan sejenisnya).

Ada pun jerigen bekas yang digunakan adalah jerigen bekas minyak goreng, ukuran 5 liter. Setelah dibersihkan dari bekas minyak, jerigen dapat dilubangi menjadi lima lubang sesuai dengan ukuran lingkaran pada netpot yang digunakan. Kira-kira seperti gambar di bawah, atau dapat disesuaikan sendiri berdasarkan kebutuhan.

hidroponik di jerigen bekas

Menanam Kangkung Secara Hidroponik di Jerigen Bekas

Setiap jenis tanaman sayuran memiliki penanganan yang berbeda. Di sini kebetulan jenis tanaman yang akan dibahas adalah tanaman kangkung yang ditanam secara hidroponik memanfaatkan jerigen bekas minyak goreng yang sudah tidak terpakai.

Proses Semai

Beberapa perlakuan yang dilakukan untuk menanam kangkung hidroponik ini memanfaatkan jerigen bekas adalah melalui proses semai, dan pindah tanam sekaligus perawatan. Proses semai kangkung dilakukan selama 7 hari dan disemai langsung pada media tanam (rockwool) dengan masing-masing rockwool diberi hanya 5 - 7 benih.

Selama semai penyiraman rockwool dapat menggunakan air biasa hingga hari ke 4. Pada hari ke 5 air yang digunakan telah ditambahkan nutrisi dengan ppm ringan sekitar 300 - 400 ppm sampai waktu pindah tanam ke sistem hidroponik dilakukan.

Pindah Tanam Hingga Panen

Pindah tanam ke sistem hidroponik di jerigen bekas dapat dilakukan pada hari ke 7 sejak semai (7 HSS). 

Saat pindah tanam ini, larutan nutrisi hidroponik pada jerigen bekas yang digunakan diberi pekatan nutrisi sekitar 600 - 700 ppm. Selanjutnya pada hari ke 7 sejak pindah tanam (7 HST) pekatan nutrisi dinaikkan menjadi 1000 - 1200 ppm. Berada di kisaran itu hingga panen dilakukan.

Jadi dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. SEMAI 7 HARI (HARI Ke 4) diberikan nutrisi ringan 300 - 400 ppm hingga sampai pindah tanam..
  2. PINDAH TANAM (HARI KE 7 SEJAK SEMAI) berikan nutrisi awal pada air dalam jerigen bekas sekitar 600 - 700 ppm.
  3. PEMBESARAN (HARI KE 7 SEJAK PINDAH TANAM) atau (MINGGU KEDUA ATAU 14 HARI SEJAK SEMAI DILAKUKAN) pekatan nutrisi yang diberikan, ditingkatkan menjadi 1000 - 1200 ppm.
  4. (Pekatan nutrisi yang diberikan tetap dijaga pada kisaran tersebut) sampai pada waktu PANEN tiba.
  5. Rata-rata umur tanaman kangkung hidroponik adalah sekitar 3 Mingguan! sudah dapat dipanen.

hidroponik di jerigen bekas

Problem Hidroponik di Jerigen Bekas

Selain ekonomis dan mudah dibuat, hidroponik di jerigen bekas setidaknya memiliki beberapa problem. Problem yang kami temukan ketika pertama kali mencoba metode ini diantaranya adalah:

  1. Nutrisi hidroponik mudah berlumut sehingga air nutrisi mudah kotor terutama di bagian dinding dalam jerigen.
  2. Karena menggunakan jerigen bekas minyak, air larutan nutrisi hidroponik terkadang berminyak dan sedikit mengganggu. Hanya saja syukurnya tanaman masih tumbuh dengan baik.
  3. Setiap kali panen jerigen perlu dibersihkan dari lumut yang mengganggu.
  4. Tidak jarang nutrisi perlu dikuras disaring lalu diisi kembali ke jerigen bekas akibat terlalu kotor disebabkan lumut.
  5. Pada tanaman berdaun lebar lubang tanam tidak dapat difungsikan semua salah satu atau beberapa lubang tanam tidak digunakan akibat lubang tanam yang terlalu berdekatan dan mempengaruhi tanaman sayur yang berdaun lebar seperti sawi dan selada.

Solusi Hidroponik Jerigen Bekas

Dari beberapa referensi yang ditemukan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk meminimalisasi problem yang ditemukan ketika berhidroponik dengan memanfaatkan jerigen bekas, diantaranya:

  1. Jerigen sebaiknya di cat (cat hijau) sehingga dapat menghalau cahaya matahari menembus ke dalam jerigen yang menyebabkan tumbuhnya lumut dan membuat larutan cepat kotor.
  2. Sebaiknya diberikan lubang kecil pada sudut jerigen sebagai sirkulasi udara atau oksigen.
  3. Disarankan untuk tidak menanam sayuran berdaun lebar pada metode ini, kecuali lubang tanam yang disediakan memiliki jarak yang cukup lebar atau dapat disesuaikan sendiri.
  4. Lebih cocok untuk menanam sayuran seperti kangkung.
  5. Jika menggunakan jerigen bekas minyak sebaiknya jerigen dibersihkan dengan baik dari kototan dan sisa-sisa minyak, terutama menempel pada dinding dalam jerigen.

Itulah kira-kira beberapa hal yang mungkin saja akan Anda temui dan diterapkan ketika akan menanam sayuran daun secara hidroponik dengan metode yang sama.

Demikian, semoga ulasan kali ini, mengenai "menanam secara hidroponik di jerigen bekas" dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk teman pembaca terutama yang sedang belajar berhidroponik seperti penulis. Terima kasih...

Posting Komentar untuk "Menanam Secara Hidroponik di Jerigen Bekas"