Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Bak Rakit Apung Hidroponik

cara membuat bak rakit apung hidroponik

Ingin mencoba bertani hidroponik namun masih bingung memilih jenis sistem hidroponik seperti apa yang dibutuhkan? Uhm... ini adalah pilihan yang memang harus dipikirkan secara baik-baik.

Sebab menentukan sistem hidroponik yang paling cocok dengan keinginan kita pastilah akan sangat lebih menguntungkan dan ke depannya mungkin saja akan lebih efisien untuk dikerjakan.

Saat ini, telah banyak metode hidroponik yang dikembangkan, salah satunya sudah tentu adalah hidroponik rakit apung atau Floating Raft System yang menggunakan kolam penampungan air, Styrofoam atau sejenisnya sebagai rakit sehingga tanaman yang dibudidaya dengan sistem ini mengapung di atas permukaan air.

Dengan asumsi bahwa Styrofoam yang berfungsi sebagai rakit akan menopang net pot yang berisi tanaman di atas air secara terapung dengan kondisi akar tanaman dapat menyentuh air. Sehingga secara sepintas sistem ini hampir seperti pada hidroponik sistem wick.

Perbedaannya yakni jika pada metode rakit apung Styrofoam dibuat mengapung di atas air, dengan kondisi bagian bawah net pot tanaman menyentuh air pada Styrofoam yang dilubangi sehingga akar tanaman dapat tumbuh keluar.

Maka pada sistem wick tanaman tidak dibiarkan mengapung di atas air, sehingga pada beberapa kondisi bagian net pot yang tidak tersentuh air secara langsung membutuhkan penyerapan air menggunakan kain flanel sehingga air dapat merambat melalui kain flanel menyentuh bagian bawah pot tanaman untuk memicu tumbuhnya akar dan tersalurnya nutrisi dari air pada tanaman.

So... dari penjelasan di atas! kedua sistem ini sama-sama menggunakan wadah atau bak penampungan air secara tetap (tidak mengalir) sebagai sumber nutrisi pada tanaman hidroponik.

Terlepas dari semual hal yang dijelaskan di atas! Berikut beberapa cara atau langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk membuat bak rakit apung hidroponik.

Membuat Bak Rakit Apung Hidroponik

Setelah memahami pengertian sederhana hidroponik rakit apung, Adapun tahapan untuk membuatnya adalah sebagai berikut:

Step 1 - Siapkan Alat dan Bahan

Pada langkah awal siapkan beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat bak rakit apung hidroponik seperti:

  1. Kayu Usuk 5x5 (dapat disesuaikan)
  2. Multipleks 6 mm (dapat diganti papan)
  3. Aluminium Foil
  4. Terpal tahan air (umumnya memiliki cat di kedua sisi)
  5. Styrofoam
  6. Gergaji
  7. Paku
  8. Palu, dan alat-alat lainnya yang dibutuhkan (disesuaikan).

Step 2 - Memilih Jenis Kayu dan Menentukan Ukuran

Bak penampungan yang dibuat harus kokoh dan benar-benar kuat. Sebab jika tidak diperhitungkan dengan matang dan bahan yang digunakan tidak kokoh, maka bak penampungan yang kelebihan massa mungkin saja dapat menyebabkan kerusakan bak penampungan.

Misalnya: Jika akan membuat bak rakit apung dengan panjang 200 cm, lebar 100 cm dan tinggi (kedalaman) 20 cm maka volume air dapat dihitung sebagai berikut:

  • 2-meter X 1 meter X 0.2 meter = 0,4 ㎥ = 400 liter.

Sehingga didapatkan berat / massa air yang harus mampu ditampung oleh bak hidroponik adalah sekitar 400 kg. Itu pun belum termasuk berat Styrofoam atau tanaman jika sudah berusia dewasa.

Oleh karena itu, kayu usuk yang dipilih harus benar-benar kokoh / kuat sehingga bak penampungan yang dibuat tidak mudah rusak. (Jika perlu kayu usuk dapat diganti dengan Baja Ringan kanal C, dan penyanggahnya dapat menggunakan Reng ukuran 2X4 cm).

Step 3 - Bentuk Kerangka Bak Penampungan Air

Potong atau gergaji beberapa kayu usuk untuk membentuk kerangka bak penampungan air dengan ukuran panjang 200 cm, lebar 100 meter dan kedalaman 20 cm.

Khusus untuk bagian kedalaman air! atau tinggi kerangka yang dibangun jangan dibuat pas! yakni dengan tinggi 20 cm. Harus dilebihkan lebih banyak sebab ukuran tinggi bak penampungan nantinya akan dibagi menjadi dua bagian.

Bagian pertama (atas) adalah bagian penampungan air dengan kedalaman 20 cm dan bagian kedua adalah bagian kaki penampungan dengan tinggi yang dapat disesuaikan.

Selain itu, yang perlu diperhatikan kaki bak penampungan dan bagian bawah penampungan harus dibuat kokoh dengan beberapa kayu usuk sehingga kuat untuk menopang kerangka bak penampungan dan kuat menopang air nantinya.

cara membuat bak rakit apung hidroponik

Step 4 - Memasang Multipleks 6 mm

Multipleks atau tripleks! Gunakan multipleks setidaknya minimal memiliki ketebalan 6 mm. Lebih tebal dari 6 mm akan lebih bagus dan lebih kokoh lagi. Multipleks dipotong kurang lebih sebanyak 5 bagian. 

Yakni 4 bagian untuk menutupi sisi kerangka bak penampungan air dan 1 bagian untuk bagian bawah tepat pada titik akhir kedalaman air yakni 20 cm dari atas kerangka.

cara membuat bak rakit apung hidroponik

Step 5 - Memasang Terpal

Penting untuk memasang dan menggunakan terpal yang memiliki kualitas bagus dan tidak tembus air dan mampu menahan panas dari luar! Sebab selain digunakan untuk menampung air terpal juga diharapkan mampu meredam cahaya matahari dan panas yang berlebih.

Siapkan terpal dengan ukuran kurang lebih 3 x 2 meter untuk ukuran bak rakit apung 2 x 1 meter. Dengan warna yang disarankan adalah warna yang cukup cerah. 

Pemasangan terpal harus dipasang dengan benar dan rapi terutama di bagian dalam bak penampungan. Selanjutnya sisi-sis terpal bagian luar dapat dirapikan atau diperkuat dengan paku, dijepit dengan papan, atau disesuaikan yang penting kuat dan kokoh untuk menampung air.

Alangkah baiknya apabila memiliki lebih banyak Styrofoam sebelum memasang terpal. Setiap sisi samping dan bawah bak penampungan dialas dengan Styrofoam sehingga terpal tidak gampang terkelupas. (Dengan konsekuensi harus menyesuaikan lebar bak penampungan dengan adanya penambahan lapisan Styrofoam).

Step 6 - Finishing

Setelah selesai memasang dan merapikan terpal penampungan air pada bak rakit apung hidroponik yang dibuat, selanjutnya bak penampungan tinggal diisi dengan air dan instalasi sistem hidroponik rakit apung dapat dieksekusi segera.

Step 7 - Hal-hal yang perlu diperhatikan!

Setelah bak rakit apung berhasil dibuat, selanjutnya untuk menggunakan sistem rakit apung setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Pastikan penggunaan Styrofoam yang mengapung di atas permukaan air bak penampungan dilapisi dengan aluminium foil (terutama pada bagian atas)
  2. Jika memungkinkan menggunakan aerator sebagai penyuplai oksigen pada larutan penampungan hidroponik sebaiknya digunakan untuk memberikan kecukupan oksigen pada air sehingga akar tanaman tidak mudah busuk.
  3. Jika dapat melakukan sirkulasi air menggunakan pompa pembantu (Misalnya pompa venturi!). Maka akan sangat disarankan untuk digunakan. Sebab dengan adanya sirkulasi air maka nutrisi dalam air akan terurai dan tercampur dengan baik sekaligus dapat menjaga kebersihan air dan menyuplai oksigen tanaman hidroponik terutama pada sistem rakit apung.

Demikian, itulah kira-kira ulasan kali ini mengenai cara membuat bak rakit apung hidroponik yang mungkin dapat bermanfaat untuk teman-teman pembaca sekalian!

Terima kasih! 👏

Posting Komentar untuk "Cara Membuat Bak Rakit Apung Hidroponik"