Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Kompos Siap Panen

cara mengetahui tingkat kematangan kompos siap pakai

Mengenal ciri-ciri tingkat kematangan kompos siap panen merupakan langkah penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi teman-teman penggiat budidaya tanaman yang tengah belajar untuk membuat kompos sendiri.

Kompos merupakan hasil penguraian dari campuran bahan-bahan organik dan dapat dijadikan campuran media tanam atau pupuk. Dalam prosesnya pengomposan dapat terjadi secara alami atau dapat dipercepat dengan bantuan activator misalnya difermentasi dengan bantuan mikroorganisme seperti yang ada dalam kandungan EM4.

Selain itu, tanaman yang dipupuk menggunakan kompos dapat membantu tingkat kesuburan tanaman karena dapat menjadi tambahan hara / nutrisi untuk kelangsungan hidup tanaman yang sedang dibudidaya.

Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Kompos

Untuk mengetahui apakah kompos yang dibuat sudah matang dan siap panen untuk digunakan sebagai pupuk, dapat dilakukan dengan memeperhatikan ciri-ciri berikut:

Kompos Matang Berwarna Cokelat Kehitaman

Secara umum kompos yang sudah matang atau siap digunakan cenderung berwarna cokelat kehitaman. Oleh karena itu, apabila kompos masih terlihat memiliki warna yang mirip dengan bahan mentahnya atau masih ada beberapa bahan yang berwarna hijau berarti kompos masih belum matang secara merata.

Jika masih menemukan beberapa bagian kompos belum terurai dengan baik kompos perlu diaduk agar dapat tercampur dengan baik dan mempercepat proses pengomposan.

Kematangan Kompos Ditandai dengan Bau Khas Tanah

Aroma kompos yang sudah matang atau sudah jadi akan mengeluaarkan bau khas seperti tanah atau humus sekalipun olahan dalam kompos tersebut merupakan sisa-sisa buah dan sayuran busuk aroma busuknya akan hilang setelah menjadi kompos matang dan siap panen.

So, apabila aroma kompos memiliki bau yang tidak sedap atau masih tercium aroma busuk khas seperti bau sampah maka kompos tersebut belum bisa dipanen dan masih perlu melalui proses fermentasi lanjutan.

Bentuk dan Tekstur Kompos Siap Panen Agak Lembab

Kompos yang sudah benar-benar matang ketika diremas secara umum memiliki tekstur yang agak lembab, yakni tidak basah juga tidak kering dan memiliki suhu yang sama dengan suhu ruang sehingga tidak terasa lebih dingin ataupun panas ketika menempel di kulit tangan saat digenggam.

Tips Mengecek Kompos Matang dengan Kantong Plastik

Salah satu tips yang dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kematangan kompos yang dibuat adalah dengan menggunakan kantong plastik.

Caranya adalah dengan mengambil sampel kompos dari tumpukan kompos yang sedang difermentasi ke dalam kantong plastik yang ditutup rapat dan dapat disimpan di dalam suhu ruang selama kurang lebih satu mingguan.

Apabila setelah seminggu disimpan dalam kantong plastik kompos memiliki tekstur yang baik, tidak berbau seperti bau sampah tetapi memiliki aroma yang khas seperti bau tanah atau humus berarti kompos telah matang dan sudah siap digunakan sebagai pupuk atau campuran median tanam.

Tingkat Kematangan Kompos Berdasarkan Bahan Baku Kompos Dominan

Salah satu hal yang cukup penting untuk diperhatikan adalah waktu atau proses tingkat kematangan kompos umumnya memiliki ciri khasnya sendiri berdasarkan bahan baku kompos yang digunakan. Beberapa bahan baku utama kompos memiliki proses yang berbeda untuk benar-benar matang, dapat dilihat pada ulasan di bawah ini:

Kompos yang Didominasi Daun Kering

Kompos yang dibuat dengan dominasi bahan baku utamanya merupakan sampah daun-daun kering dan teksturnya masih cenderung kasar. Sehingga mempercepat proses pematangan kompos dari daun kering perlu diberikan cukup banyak bio activator misalnya seperti cairan EM4.

Oleh karena itu, langkah yang dapat dilakukan dalam mempercepat pengomposan berbahan baku daun-daun kering perlu dilakukan dengan cara mencacah terlebih dahulu bahan baku kompos menjadi kecil-kecil atau diremas-remas sehingga bahan baku kompos dapat hancur dan dapat mempercepat kompos cepat matang.

Kompos dari Bahan Baku Sayur dan Bahan Organik Hijau

Sampah organik dari bahan sayuran / bahan organik hijau memiliki dua keunggulan yakni selain dapat menghasilkan pupuk kering (kompos) juga dapat menghasilkan pupuk organik cair (POC). Hasil komposnya cenderung memiliki waktu yang relatif singkat apabila diimbangi dengan bahan organik seperti sekam bakar atau cocopeat.

Kompos dengan bahan baku sampah organik jenis ini umumnya dapat memasuki tingkat kematangan atau siap panen sekitar 1 - 2 bulan ketika difermentasi.

Kompos dengan Dominasi Sampah Basah Sisa Rumah Tangga

Kompos yang dibuat dari makanan basah seperti sampah sisa rumah tangga seperti sisa masakan yang mengandung tulang, keju, dan sedikit berminyak, sehingga kompos akan berbau sangat menusuk saat melalui proses pengomposan.

Berdasarkan permasalahan tersebut sangat disarankan untuk mengompos dengan skala perbandingan 1 : 2 yakni 1 adalah sampah basah sisa rumah tangga dan 2 adalah media tanam, misalnya: serbuk kayu, sekam bakar, cocopeat, dan sebagainya serta membutuhkan waktu yang lebih lama sampai kompos matang.

Penutup

Apa pun jenis bahan baku komposnya, akan lebih baik jika bahan baku yang akan diolah menjadi kompos perlu dicacah menjadi kecil-kecil untuk mempercepat proses pembusukan (pengomposan) yang terurai oleh mikroorganisme pengurai.

Selain itu, jenis bahan baku kompos dapat dikombinasikan dengan sampah bahan organik lainnya. Jadi tidak harus menggunakan bahan baku yang sama. Hanya saja hal yang perlu diperhatikan adalah tingkat kematangan kompos bisa menjadi lebih lambat apabila bahan dalam membuat kompos mengandung beberapa bahan yang berminyak, seperti: terdapat ampas kelapa, mengandung minyak kayu putih, cengkih juga nilam.

Posting Komentar untuk "Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Kompos Siap Panen"