Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing

Salah satu kotoran ternak yang dapat diolah menjadi pupuk kandang adalah kotoran kambing. Selain itu, membuat pupuk kandang dari kotoran kambing bisa dibilang cukup mudah yakni melalui proses fermentasi sederhana memanfaatkan bioactivate atau bakteri pengurai seperti yang terdapat pada larutan EM4.

Pemanfaatan kotoran ternak salah satunya kotoran kambing sebagai pupuk kandang dikarenakan kandungan unsur hara seperti nitrogen (N), phosphor (P), dan kalium (K) yang dibutuhkan oleh tanaman dan kesuburan tanah.

Beberapa referensi menjelaskan bahwa kotoran kambing memiliki kandungan unsur hara yang relatif lebih seimbang dibanding pupuk alam lainnya, ditambah lagi kotoran kambing biasanya bercampur dengan air seninya (urine) yang juga mengandung unsur hara.

Beberapa alasan mendasar tersebutlah yang mendasari pentingnya pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk kandang untuk membantu teman-teman tani dan penggiat budidaya tanaman untuk mengoptimalkan kesuburan tanah bagi keberlangsungan hidup tanaman yang dibudidayakan.

Manfaat Kotoran Kambing

Dilansir dari dinpertanpangan.demakkab.go.id, kotoran kambing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang karena memiliki beberapa manfaat, yakni:

  1. Sebagai penyedia unsur hara makro seperti: nitrogen, phosphor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur serta unsur hara mikro seperti: zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan zat besi.
  2. Dapat meningkatkan rasio organik pada tanah yang mana membantu tanah menyimpan air dan membantu proses aerasi serta memasok mikroorganisme yang dibutuhkan tanaman.
  3. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah.
  4. Dapat menggemburkan tanah dan meningkatkan kesuburan tanah.
  5. Mampu meningkatkan produktivitas tanaman.
  6. Menjadi tambahan nutrisi yang meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
  7. Mampu merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.

Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing

Perlu diketahui bersama bahwa penggunaan kotoran kambing segar tidak dapat langsung digunakan sebagai pupuk kandang untuk dicampurkan ke media tanam tanah. 

Hal ini dikarenakan kotoran kambing yang masih segar bersifat panas karena kandungan amonianya terbilang cukup tinggi. Itulah sebabnya penggunaan kotoran kambing sebagai pupuk secara langsung pada tanaman dapat membakar tanaman. Oleh karena itu, kotoran kambing tersebut baru bisa digunakan sebagai pupuk kandang apabila telah melalui proses fermentasi.

Berikut proses fermentasi kotoran kambing yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pupuk kandang dari kotoran kambing yang bisa digunakan.

Bahan Fermentasi Kotoran Kambing

Ada beberapa bahan yang dibutuhkan dalam proses fermentasi kotoran kambing, diantaranya adalah:

  1. Siapkan air tanah sekitar 5 liter atau dapat disesuaikan (bisa menggunakan air sumur, air sungai, atau air hujan)
  2. Larutan bioactivate / Larutan EM4 
  3. 200 gram gula pasir (dapat diganti gula aren, gula merah, tetes tebu atau molasse)

Alat Fermentasi Kotoran Kambing

Selain bahan-bahan di atas, persiapkan juga alat-alat penunjang berikut untuk membantu pengolahan dan proses fermentasi kotoran kambing:

  1. Siapkan bahan utama yakni kotoran kambing, misalnya dalam hal ini sebanyak 100 kg
  2. Siapkan beberapa karung bekas yang masih bagus
  3. Siapkan ember atau tong penampung dengan muatan 5 - 20 liter
  4. 1 Buah terpal
  5. Tangki sprayer maupun botol sprayer untuk menyemprot larutan

Cara Fermentasi Kotoran Kambing

Setelah seluruh alat dan bahan sudah dipersiapkan, selanjutnya proses fermentasi kotoran kambing dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Letakan kotoran kambing pada bidang yang rata di atas terpal atau pada lantai yang disemen.
  2. Selanjutnya silakan sortir terlebih dahulu kotoran kambing tersebut, tujuan menyortir adalah untuk memisahkan benda-benda keras atau seperti tumpukan kayu, akar, batu, plastik yang tercampur dengan kotoran kambing perlu dikeluarkan terlebih dahulu.
  3. Langkah berikutnya setelah penyortiran, kotoran kambing tersebut selanjutnya dihamparkan merata secara tipis di permukaan terpal atau dilantai keras yang disemen.
  4. Masukkan 5 liter air tanah ke dalam ember atau tong penampung, lalu tambahkan sekitar 2 tutup botol larutan EM4 untuk setiap 100 kg kotoran kambing. (larutan EM4 digoyang terlebih dahulu sebelum dikeluarkan), tambahkan juga gula pasir sebanyak 200 gram lalu aduk merata sehingga gula menjadi larut dan tercampur merata.
  5. Diamkan larutan yang sudah tercampur selama beberapa menit sehingga bakteri pengurai dalam EM4 menjadi aktif.
  6. Selanjutnya masukkan campuran larutan ke dalam tangki atau botol sprayer untuk memudahkan penyemprotan secara merata pada kotoran kambing.
  7. Semprotkan larutan campuran EM4, gula pasir dan air tersebut secara merata ke seluruh bagian kotoran kambing yang sudah dihamparkan secara tipis di atas permukaan terpal atau lantai keras bersemen.
  8. Bolak balik kotoran kambing dan terus lakukan penyemprotan larutan pada seluruh bagian kotoran kambing hingga menjadi lembab dengan tingkat kebasahan sekitar 30 - 40 persen. Hal ini ditandai apabila kotoran kambing diremas teksturnya akan menggumpal basah dan tidak mengeluarkan air.
  9. Setelah itu, masukkan kotoran kambing tersebut ke dalam karung yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Jangan diisi penuh cukup sekitar 1/2 bagian karung saja. Lalu bagian atas karung digulung dan diikat.
  10. Karung yang sudah berisi kotoran kambing tersebut selanjutnya dapat disimpan di tempat yang teduh tidak terkena hujan dan panas.
  11. Lakukan pemantauan sekitar 2 minggu sekali pada karung berisi kotoran kambing tersebut dan perlu dibolak-balik atau dikocok di dalam karung sehingga mengurangi sirkulasi udara, gas ataupun uap di dalam karung.
  12. Apabila saat pemantauan campuran kotoran kambingnya terlalu kering, maka dapat ditambahkan kembali larutan serupa sehingga teksturnya tidak terlalu kering.
  13. Pupuk Kandang fermentasi kotoran kambing akan matang atau bisa digunakan setelah melalui proses fermentasi berlangsung sekitar 2 bulan.

Cara Mengaplikasikan Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing

Cara pengaplikasian pupuk kandang bisa dengan cara ditabur di permukaan tanah tanaman, ditanam melingkar mengelilingi tanaman, ditambahkan sebagai campuran media tanam, ataupun di tanam pada bagian bawah atau pertengahan tanah misalnya bila diaplikasikan pada saat menanam tanaman pertama kali di polybag.

Selain itu, dapat juga digunakan sebagai pupuk dasar yang dapat dicampur dengan pupuk kimia yang disebarkan secara bersamaan di atas permukaan tanah atau lahan tanam misalnya pada tanah bedengan.

Referensi:

  • http://bbppkupang.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/post/langkah-mudah-membuat-pupuk-kandang-dari-kotoran-kambing
  • https://disnakkeswan.ntbprov.go.id/cara-membuat-pupuk-cair-dari-kotoran-kambing-dengan-mudah/
  • https://dinpertanpangan.demakkab.go.id/?p=3801

Posting Komentar untuk "Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing"