Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara dan Waktu Terbaik Menyemprot Bakteri Fotosintesis (PSB)

waktu terbaik menyemprot psb

Setelah membuat bakteri fotosintesis (PSB) langkah selanjutnya adalah mengetahui cara dan kapan waktu terbaik menyemprotkan bakteri fotosintesis ke tanaman. Penggunaan yang kurang benar berefek pada tidak optimalnya pemanfaatan bakteri fotosintesis.

Oleh karena itu, dengan mengetahui cara penggunaan dan kapankah waktu-waktu yang tepat dalam menyemprotkan bakteri fotosintesis (PSB) menjadi sangat penting diperhatikan guna mendapatkan manfaat dan hasil yang optimal untuk tanaman.

Cara Menggunakan Bakteri Fotosintesis

Secara umum penggunaan bakteri fotosintesis (PSB) yang paling utama adalah dilakukan dengan cara disemprot, meskipun dalam beberapa hal dapat juga diaplikasikan dengan cara kocorkan pada tanaman.

Penggunaan dengan cara menyemprot dipilih sebagai langkah paling utama dikarenakan bakteri fotosintesis memiliki peran untuk membantu tanaman melakukan proses fotosintesis menjadi lebih maksimal. Sehingga dapat mempercepat pertumbuhan vegetatif (cabang, ranting dan daun) termasuk perkembangan bunga dan buah.

Berikut beberapa cara dan dosis yang umumnya digunakan dalam menyemprotkan bakteri fotosintesis kepada tanaman.

Dosis umum Bakteri Fotosintesis (PSB) untuk tanaman

Dosis yang biasanya direkomendasikan dalam mengaplikasikan PSB adalah dengan perbandingan 10 -15 ml per satu liter air. atau setara dengan 1 - 2 tutup botol bekas air mineral per 1 liter air.

Sementara untuk skala yang lebih besar dapat menggunakan sekitar 200 - 250 ml dicampurkan dengan 16 liter air atau setara dengan 1 gelas aqua per tangki ukuran 16 liter.

Saring dan Kocok Campuran PSB + Air

Sebelum disemprot bakteri fotosintesis perlu dimasukkan ke botol / tangki sprayer dengan cara disaring dan selanjutnya sebelum digunakan campuran larutan PSB perlu dikocok sehingga dapat tercampur secara merata sebelum akhirnya disemprotkan pada tanaman.

Semprotkan ke arah Daun dan Dahan

Kita mungkin sudah tahu bahwa proses fotosintesis tanaman umunya terjadi di daun dan dilakukan oleh bantuan stomata yang berada pada daun. Beberapa referensi menyebutkan stomata pada daun umumnya banyak terdapat pada bagian bawah daun.

Oleh karena itu, penyemprotan bakteri fotosintesis dapat dimaksimalkan dengan cara disemprotkan pada area bawah bagian daun tanaman, sehingga besar harapan proses fotosintesis tanaman yang dibantu dengan pengaplikasian PSB akan menjadi lebih maksimal.

Lakukan penyemprotan PSB ini dengan interval pemakaian adalah 2 kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sementara untuk penggunaan secara kocor dapat diberikan 1 atau 2 minggu sekali.

Waktu Terbaik Menyemprotkan Bakteri Fotosintesis (PSB)

Mengetahui kapan waktu terbaik menyemprotkan bakteri fotosintesis (PSB) secara umum dipengaruhi oleh suhu atau kondisi cuaca di lingkungan sekitar. Berikut waktu-waktu terbaik yang dapat dilakukan untuk menyemprotkan bakteri fotosintesis (PSB) pada tanaman.

Tidak Sedang Hujan

Penggunaan PSB umumnya adalah membantu tanaman melakukan fotosintesis secara maksimal sehingga unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat diserap dengan maksimal sehingga menghasilkan daun yang lebat dan segar atau pun lebih hijau.

Penggunaan PSB pada saat tanaman sering disirami air hujan langsung sebaiknya perlu dikurangi, hal ini dikarenakan dalam air hujan terkandung unsur-unsur terlarut seperti nitrogen dalam bentuk nitrat. Sehingga dapat menutrisi tanaman menjadi lebih subur, memiliki daun yang segar dan hijau termasuk salah satunya dapat membantu proses fotosintesis.

Oleh, karena itu pada saat tanaman yang terkena siraman air hujan langsung, penggunaan PSB dapat dikurangi terutama pada musim penghujan.

Selain itu, tanaman yang selalu basah oleh air dan terlalu lembab akan sangat rentan terserang jamur patogen yang dapat merusak serta mengganggu pertumbuhan tanaman. Pun demikian tanaman yang terlalu subur dan memiliki daun yang sangat hijau lebih rentan terserang hama seperti ulat daun dan belalang.

Waktu Pagi Hari

Tanaman biasanya dapat melakukan fotosintesis pada pukul 6.30 - 10.00 di saat cahaya matahari sedang bagus atau pun kurang bagus. Oleh karena itu, dalam beberapa kasus tanaman yang tidak dapat menangkap sendiri gelombang cahaya dari matahari membutuhkan bantuan bakteri fotosintesis yang dapat menangkap gelombang cahaya matahari sehingga dapat membantu tanaman dalam melakukan proses fotosintesis dengan maksimal.

Waktu Siang Hari

Dapat dibilang waktu siang hari adalah waktu yang paling utama untuk mengaplikasikan bakteri fotosintesis (PSB) pada tanaman. Hal ini dikarenakan secara umum pada saat siang hari dan matahari sedang sangat panas (terik) yakni di antara pukul 10.00 - 14.00 tanaman biasanya akan berhenti melakukan fotosintesis.

Di sinilah peran bakteri fotosintesis (PSB) menjadi cukup penting diaplikasikan ke tanaman pada waktu siang hari.

Dengan bantuan PSB pada waktu tersebut. Tanaman masih dapat memproduksi makanannya melalui proses fotosintesis dan dibantu oleh bakteri fotosintesis yang mampu menangkap gelombang cahaya meskipun tidak dapat ditangkap secara mandiri oleh tanaman untuk berfotosintesis.

Sebagaimana diketahui pada pagi hari umunya tanaman berfotosintesis sejak pukul 6.30 - 10.00 dan berhenti pada saat siang hari lalu melanjutkan proses fotosintesis lagi pada waktu sore hari sekitar pukul 14.00 - 17.00.

Oleh karena itu, dengan pemanfaatan PSB pada siang hari proses fotosintesis pada tanaman dapat berjalan seharian penuh yang mempercepat tumbuh kembang tanaman, menjadi lebih subur, menghasilkan daun yang segar, hijau, memaksimalkan pembungaan dan buah, termasuk dapat mengoptimalkan hasil panen.

Efek Penggunaan Dosis PSB yang berlebihan

Berdasarkan pengalaman Anang Priyono dalam tulisannya "mengenal bakteri fotosintesis dan manfaatnya", beliau mengatakan bahwa pengaplikasian PSB pada tanaman hias Aglonema dengan cara diberikan pada bagian daun dan tanah sekitar perakaran berdampak baik pada perkembangan daun dan pucuk menjadi lebih subur dan segar apabila dibandingkan sebelum mengaplikasikan penggunaan PSB.

Beliau juga menambahkan bahwa meskipun kelebihan dosis dari apa yang biasa disarankan dalam penggunaan PSB, tidak ditemukan dampak kerusakan pada daun dan tanaman hias Aglonema miliknya.

Adapun untuk kehati-hatian bahwa PSB masih dapat membuat tanaman mengalami overdosis. Sebaiknya dalam penggunaannya PSB perlu ditakar dengan dosis yang dianjurkan walaupun sebenarnya kita masih bisa bereksperimen untuk mendapatkan dosis yang sesuai dengan keinginan  pada perawatan tanaman yang budidayakan.

Caranya adalah dengan menerapkannya pada salah satu atau beberapa tanaman yang dijadikan sampel untuk mendapatkan perlakukan PSB dan tidak mendapatkan perlakuan PSB sesuai dengan dosis yang diberikan.

Lihat perubahan dan hasil yang didapatkan pada beberapa minggu ke depan. Jika hasilnya bagus maka Anda dapat memberikan perlakuan yang sama pada tanaman lainnya.

Upaya ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang ditakutkan terjadi, misalnya dapat menyebabkan daun gosong, dan layu ataupun batang yang mengering serta penurunan hasil panen

Mengingat setiap jenis tanaman memiliki toleransi yang berbeda terhadap penggunaan PSB, yakni beberapa tanaman dapat saja diberikan dengan dosis yang lebih sementara pada beberapa tanaman lainnya dosis PSB yang diberikan perlu ditakar sesuai anjuran yang disarankan.

Itulah beberapa ulasan tentang cara dan waktu terbaik menyemprot bakteri fotosintesis pada tanaman untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Demikian, semoga bermanfaat!

Posting Komentar untuk "Cara dan Waktu Terbaik Menyemprot Bakteri Fotosintesis (PSB)"