Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung PPM Hidroponik dengan Maupun Tanpa Alat

cara menghitung ppm hidroponik

Menghitung ppm hidroponik dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengetahui pekatan nutrisi air pada tanaman hidroponik agar tanaman mendapatkan kecukupan nutrisi (pupuk) sehingga tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik.

Secara teori menghitung ppm sebagai air nutrisi hidroponik ataupun sebagai pupuk cair untuk diberikan pada tanaman sebenarnya dapat dihitung menggunakan persamaan ppm = mg per liter (untuk menghitung nutrisi padat yang akan diencerkan) sementara untuk menghitung nutrisi yang sudah dilarutkan bisa menggunakan persamaan ppm = ml per 1000 liter atau dapat disederhanakan menjadi ml = ppm x liter : 1000.

Namun tentunya perhitungan seperti ini mungkin dianggap tidak terlalu sederhana atau agak sedikit merepotkan.

Oleh karena itu, cara menghitung ppm hidroponik paling simpel tentunya membutuhkan alat khusus misalnya TDS meter untuk mengukur nilai ppm nutrisi ab mix pada air hidroponik.

Sejauh ini, pemilihan penggunaan TDS meter untuk mengukur ppm hidroponik dapat dibilang sebagai salah satu yang lebih mudah digunakan karena tidak membutuhkan serangkaian perhitungan manual ataupun perkiraan.

Cara Menghitung PPM Hidroponik Menggunakan TDS Meter

Untuk menghitung atau mengetahui berapa nilai ppm nutrisi pada air hidroponik menggunakan TDS meter dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:

1. Siapkan Alat Ukur TDS Meter

Pada langkah awal ini silakan untuk menyiapkan alat ukur TDS Meter terlebih dahulu. Jika belum memilikinya maka sebaiknya Anda perlu membelinya.

Jika memiliki dana yang lebih disarankan untuk memiliki TDS EC Meter sebagai alat ukur yang lebih lengkap sebab selain dapat mengukur ppm juga dapat mengukur EC (Electrical Conductivity) air.

2. Gunakan Air Nutrisi Hidroponik dengan pH Netral

Sebaiknya pH air nutrisi yang digunakan berada dalam rentang 5.5-6.5 yang dapat diukur menggunakan alat pH Meter. Sementara untuk menaikkan atau menurunkan pH air dapat menggunakan pH Up atau pH down.

Tips: pH air bukanlah prioritas utama dalam fokus pelarutan nutrisi untuk hidroponik dalam skala kecil. Untuk kondisi aman gunakan air baku seperti air hujan, air AC, air sumur, atau pun air sungai. Hindari menggunakan air PAM / PDAM kecuali sudah disterilkan. Selain itu, untuk skala industri barulah uji kelayakan air dan pH air perlu dilakukan lebih lanjut untuk mengetahui air yang dipakai sudah sesuai atau belum untuk hidroponik.

3. Ukur PPM Air Sebelum Ditambahkan Nutrisi AB Mix

cara mengukur ppm hidroponik

Sebelum menambahkan nutrisi dan mengetahui tingkat ppm nutrisi hidroponik, sebaiknya lakukan pengukuran kadar ppm awal pada air baku yang digunakan. Sangat baik apabila air baku yang digunakan sebelum ditambahkan nutrisi berada di bawah 100 ppm. Caranya adalah:

  1. Tekan ON pada TDS Meter untuk menghidupkan alat ukur TDS Meter yang digunakan
  2. Celupkan ujung TDS Meter pada air baku yang digunakan
  3. Perhatikan angka ppm yang muncul pada Indikator TDS Meter.
  4. Pastikan air baku yang digunakan memiliki kadar ppm di bawah 100.

4. Tambahkan Nutrisi AB Mix Secara Seimbang pada Air Baku

Setelah mengukur ppm awal pada air baku yang digunakan (sangat baik apabila berada di bawah 100 ppm). Selanjutnya nutrisi ab mix atau tepatnya pekatan nutrisi A dan nutrisi B dapat ditambahkan ke dalam air baku secara seimbang.

Misalnya masukkan 1 tutup botol pekatan nutrisi A dan 1 tutup botol pekatan nutrisi B ke dalam air baku yang akan digunakan. Setelahnya air dapat diaduk sehingga nutrisi ab mix tersebut dapat tercampur dengan baik.

cara menghitung ppm hidroponik

Kemudian ukurlah ppm air tersebut menggunakan TDS meter untuk mengetahui berapa ppm air sekarang setelah ditambahkan nutrisi ab mix. Caranya masih sama seperti mengukur ppm air sebelum ditambahkan nutrisi ab mix.

Jika nilai ppm yang dikehendaki belum memenuhi target atau angka yang diinginkan, tambahkan lagi nutrisi A dan nutrisi B hingga mendapatkan angka ppm yang diinginkan. Sebaliknya jika nilai ppm yang didapatkan terlalu tinggi dari yang diinginkan maka cukup dengan menambahkan sedikit air baku lalu ukur kembali ppm yang didapatkan.

Setelah mencapai nilai ppm yang diinginkan barulah, nutrisi hidroponik dapat digunakan.

Perlu diketahui setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi dan kadar ppm yang berbeda-beda. Namun secara umum terutama pada sayuran daun dapat menggunakan ppm pada angka 800 - 1200 ppm, dimulai dari awal pindah tanam, pembesaran, dan panen.

Tips Menggunakan TDS Meter Untuk Mengukur PPM Hidroponik

sumber: republika.co.id

Saat mengukur ppm menggunakan TDS Meter ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, selengkapnya akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Nilai atau angka pada layar display TDS Meter hanya memunculkan 3 (tiga) digit. Sehingga untuk mengetahui nilai ppm 4 (empat) digit, misalnya 1000 ppm. Maka akan ada tambahan kali 10 (sepuluh). Misalnya 107 (x 10) yang berarti menunjukkan nilai 1070 ppm. Sementara jika tidak ada tambahan kali 10 pada layar display TDS Meter artinya hanya tiga digit angka yang dilihat. Misalnya 107 adalah 107 ppm.
  2. Jika TDS Meter dikeluarkan dari air maka angka TDS akan kembali menjadi nol. Gunakan tombol HOLD untuk mengunci angka ppm sementara, sehingga meski dikeluarkan dari air, angka pada TDS tidak berubah.
  3. Celupkan ujung sensor TDS Meter pada air dengan benar, yakni jangan melewati batas yang boleh dicelupkan dalam air.
  4. Untuk mengetahui suhu atau temperatur air yang digunakan, maka dapat dilakukan dengan menekan tombol temperatur.
  5. Gunakan TDS Meter yang sudah terkalibrasi sehingga dapat mengukur ppm dengan lebih tepat.
mengukur ppm nutrisi hidroponik
Gambar: ppm awal air baku dan setelah diberi nutrisi ab mix

Mengukur PPM Hidroponik Tanpa Alat

Mengukur nutrisi hidroponik sebenarnya dapat dilakukan tanpa alat TDS Meter. Terutama apabila kita sudah mengetahui takaran ppm yang umumnya biasa dipakai ketika menggunakan TDS meter atau dapat menghitungnya secara manual menggunakan persamaan ppm = ml per 1000 liter.

Cara 1 - Menghitung PPM Hidroponik Secara Manual

Misalnya: kita ingin mencampurkan pekatan ab mix untuk membuat 10 liter air hidroponik dengan nilai konsentrasi ppm yang diinginkan adalah 400 ppm. Maka berapa ml ab mix yang dibutuhkan dapat dihitung sebagai berikut:

mengukur ppm hidroponik tanpa alat
sumber: idnfarmers.com

Menghitung secara manual menggunakan persamaan di atas dapat dijadikan alternatif dalam menentukan nilai ppm hidroponik tanpa alat.

Cara 2 - Menggunakan Perbandingan 1 : 3 : 3

Selain itu, cara lain yang dapat dicoba adalah dengan mengencerkan pekatan ab mix pada air dengan perbandingan 1 : 3 : 3. Yakni 1 liter adalah air baku dan 3 ml adalah pekatan nutrisi A dan 3 ml adalah pekatan nutrisi B.

Dengan menggunakan perbandingan ini, biasanya akan mendapatkan konsentrasi nutrisi kurang lebih sekitar 500 ppm.

Untuk menambahkan tingkat konsentrasi sekitar 130 ppm, dapat menambahkan masing-masing pekatan nutrisi A dan B sebanyak 1 ml. Sehingga total konsentrasi nutrisi hidroponik yang didapatkan pada 1 liter air akan menjadi sekitar 630 ppm.

Untuk jumlah air yang lebih banyak dapat disesuaikan, menggunakan perbandingan tersebut.

Demikian, itulah beberapa cara dan alternatif yang dapat digunakan untuk menghitung ppm hidroponik baik menggunakan alat ataupun tanpa alat.

Bagi teman-teman yang memiliki pengalaman berbeda dalam mengencerkan pekatan ab mix pada air nutrisi hidroponik, silakan bagikan pengalaman berharganya tersebut melalui komentar di bawah sebagai tambahan informasi untuk kita semua.

Terima kasih, semoga bermanfaat!

Posting Komentar untuk "Cara Menghitung PPM Hidroponik dengan Maupun Tanpa Alat"